Archive for the et cetera Category

berjalan di jalan setapak imajiner yang berkilau

Posted in et cetera on Mei 22, 2008 by kikie

kekesalan ini berupa kesabaran yang cepat habis dan amarah yang terciprat kesana-kemari

siapa yang kau kata dapat melihat auraku kemarin dulu? aku ingin menemuinya. mungkin ia lebih mengerti, apa yang terjadi pada diriku lebih dari yang aku pahami sendiri.

kemudian kekasih tiba-tiba kembali datang dan tersenyum lalu melambaikan tangan masih dengan senyum yang kurindukan itu, gerik yang kurindukan itu, lalu aku melewatinya dengan penuh heran, kemudian aku pun sadari bahwa itu semua hanyalah mimpi,

ya bahwa semua itu hanyalah mimpi, di mana aku akhirnya menemukan satu bunga yang wangi di antara puluhan bunga yang telah layu; mimpi-mimpi di mana aku tercabik-cabik oleh benda-benda yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

tentu saja itu hanyalah mimpi, ia tidak akan kembali berbalik ke masa lalu di mana masih ada senyum yang ia sediakan untukku di antara ribuan senyum yang tidak akan pernah ia beri padaku lagi di hari kemudian

aku baik-baik saja, hanya saja kekesalan berupa kesabaran yang cepat habis dan amarah yang terciprat kesana-kemari … ingin aku pahami apa yang tengah ada dalam diriku melampaui bayang-bayang luka yang sedang kutinggalkan jauh dan semakin jauh

Posted in et cetera on Mei 9, 2008 by kikie

adalah aneh betapa adegan mesum sepasang insan dari suatu kota dapat mengguncang seluruh kota tersebut. atas nama moralitas dan nama baik perbatasan semu tempat mereka bernaung, orang-orang terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain hingga lupa apa yang perlu dibenahi dari diri sendiri.

mind your own business, dammit!!

terkait: adegan mesum mahasiswi PTN gegerkan Samarinda

Posted in et cetera on Mei 4, 2008 by kikie

saya benci pembicaraan orang-orang kaya.

seputar gadget mahal yang memang bukanlah hal yang luar biasa bagi mereka. seputar bisnis raksasa yang mereka geluti. seputar warisan keluarga. seputar koneksi dengan orang-orang “penting”. seputar liburan rutin ke luar negeri. seputar pendidikan ketat untuk anak-anak mereka agar kemudian anak-anak mereka dapat menjadi “sukses”.

fuck you rich people, you guys are so damn boring.

sebenarnya, buat apa liburan ke luar negeri kalau tujuannya buat belanja juga? kalaupun harga lebih murah, kenapa tidak memperhitungkan ongkos jalan juga? baiklah, mereka begitu kelebihan uang sehingga bingung akan dihabiskan dengan cara mana lagi. sementara banyak yang tengah kekurangan uang di dunia yang dikover sistem sinting ini.

ketika menghibur diri sudah menjadi sesuatu yang luar biasa sulit dan hanya dapat dilakukan melalui mediasi uang, alangkah memuakkannya hidup ini. dan sang anak pun terpaku pada layar PSP. tidak perlu kawan lagi untuk bermain dan menikmatinya berjam-jam. tidak perlu sesama manusia lagi untuk berbagi langsung. hal yang dapat dibagi langsung kemudian hanya pembicaraan-pembicaraan menjemukan itu. cerita tentang game dan barang-barang mahal yang dimiliki atau akan dimiliki. dan pakaian serta asesori bermerk dengan harga yang sama bahkan lebih dari harga sebuah sepeda motor.

membeli adalah kegiatan yang membosankan. mungkin banyak sekali yang akan tidak setuju dengan pernyataan tersebut. tapi ayo, mari berhenti membeli apa yang tidak betul-betul kita butuhkan. atau minimal mencoba mengarah ke kondisi demikian.

kebersamaan dan ketulusan itu masih ada. menghibur diri tanpa perlu keluar uang banyak apalagi terlalu banyak itu juga masih mungkin. konsumerisme hanyalah jalan semu yang tidak akan pernah benar-benar memuaskan.

(atas rasa muak yang memuncak karena tidak bisa tidak mendengar percakapan orang-orang kaya di meja sebelah)

Posted in et cetera on April 15, 2008 by kikie

malam kamis lalu, remuknya tubuhku mulai berkonsentrasi di bagian perut. buang air besar cair tanpa hambatan, setelahnya perut serasa memiliki luka menganga besar di tengah-tengah. perih sekali. aliran cairan dan gas terasa dan terdengar betul. kentut berkepanjangan, bertubi-tubi sepanjang masa parah-parahnya sakit itu. aku jadi geli sendiri. hingga terpikir kalimat sumber masalah itu, “kentutlah kamu sebelum kamu dikentuti”.

tapi kemudian ada seseorang yang dengan polosnya mengartikan itu sebagai komando perang terhadapnya atau apa. sialnya orang itu adalah orang yang sebetulnya sangat kusayangi. hanya saja mungkin sifat kami yang entah siapa punya yang lebih memuakkan, sepertinya kami tidak pernah akur lagi barang setitikpun. kalaupun akur juga momennya garing. gak ada yang enak.

manusia baru akan benar-benar lepas dari masalah setelah mati. lagipula tanpa masalah, hidup ini pasti akan sangat membosankan (hidup di surga juga mungkin akan membosankan jika demikian, hahaha).

tapi saat ini rasanya jadi ingin menubrukkan diri ke truk besar yang melintas cepat ke arahku di bilangan ring road utara tempat aku pernah nyasar dulu.

seperti ada yang mencambukku dari dalam perut dan dalam hati. mudah-mudahan ia akan menamparku jika kami bertemu nanti biar sakitnya gak nanggung kaya’ gini. hatiku sudah sekarat, mari sekalian dimatikan.

mungkin asumsiku ini juga salah, tapi aku merasa bahwa ketegangan antara kami sebetulnya sudah ada sejak lama. entah awalnya karena apa. mungkin dari kekecewaan demi kekecewaan yang dipendam. terus terang banyak sekali kekecewaan timbul dariku mengenainya sejak kami mau tidak mau harus sering berinteraksi akhir-akhir ini.

yang aku herankan, kenapa ia justru terkesan menghindar begitu kuajak bertemu langsung? entah mau konfrontasi dulu atau konsolidasi langsung, kenapa tidak mau langsung di kenyataan? tanpa mediator apapun selain keterbatasan indera dan jarak sekian sentimeter. memang mungkin berat dan apa saja bisa terjadi, tapi dengan bicara langsung di depan mata juga bisa meminimalisir timbulnya asumsi-asumsi salah kaprah lainnya. ini sudah terjadi, kenapa tidak dihadapi saja. daripada terus berkepanjangan masing-masing menyimpan bebannya sendiri-sendiri.

mungkin benar bahwa kemajuan teknologi memang telah mengalienasi manusia. potensinya jelas ada. terus terang aku kesal begitu dia menawarkan dialog lewat online chat saja padahal jarak darat antara kami nggak sampai beratus kilometer. kalau begini, tidak heran kalau manusia perlahan semakin kehilangan rasa kemanusiaannya. nggak usah bicara tentang kemanusiaan yang tertindas secara eksplisit dan super memprihatinkan dulu, secara sederhana seperti ini saja sebetulnya sudah merupakan gejala ke arah sana.

adalah gila

Posted in et cetera on April 1, 2008 by kikie

bahwa seorang perempuan tua di sebuah negara daerah eropa timur (lupa tepatnya dimana) akhirnya baru mendapatkan paspornya di usia ke-110, setelah 20 tahun ia mencoba mengurusnya. selama 20 tahun itu, pengurusan paspor terus terhambat hanya gara-gara data kelahiran perempuan itu tidak jelas. akhirnya setelah 20 tahun menunggu, dia mendapat paspornya.

damn you crazy bureaucrats!! giliran keluar negeri secara ilegal, dibilang melanggar hukum. kedengaran seperti sesuatu yang luar biasa kurang kerjaan, 20 tahun untuk sepotong paspor yang mungkin hanya berlaku 5 tahun. yang mungkin juga gak bakal terlalu terpakai di umur segitu!

adalah gila!!
dianggap hadiah ulang tahun yang ke-110 lagi! kedengaran seperti ngatain.

(diketahui ketika membaca majalah di salon yang berujung beberapa luka kecil di daerah kuku akibat manicure serampangan oleh “ahli”nya yang sepertinya terlalu tersepona akan tampang perempuan ganteng ini sehingga kurang fokus dalam memberi treatment. berikut penyesalan panjang bahwa proses lama dan menyakitkan itu tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan kecuali kuku yang mengkilat)

Posted in et cetera on Maret 29, 2008 by kikie

keinginanku saat ini sebetulnya sederhana saja.
          menuntaskan bacaan-bacaanku yang tertunda,
          dan memeluknya (bukan bacaan, tapi seseorang).
itu saja.
TAPI KOK REALISASINYA SULIT BANGET YA =))

ngomong-ngomong, rektor itu memang uedyan. aku jadi berprasangka buruk bahwa kebijakan komersialisasi UKM -unit kegiatan mahasiswa- cuma dalih untuk mengekang kebebasan berekspresi dalam kampus. kira-kira UKM yang dinilai tidak aktif bakal diapain ya?
                    rektor komersil. hahaha.

Posted in et cetera on Maret 29, 2008 by kikie

terima kasih,
namun jangan engkau anggap aku seperti bunga
karena aku bukan bunga
yang indah namun kemudian layu

– K I F –
(kurang menyukai bunga-bunga terutama yang ngetop di dunia agrobisnis)