berjalan di jalan setapak imajiner yang berkilau

kekesalan ini berupa kesabaran yang cepat habis dan amarah yang terciprat kesana-kemari

siapa yang kau kata dapat melihat auraku kemarin dulu? aku ingin menemuinya. mungkin ia lebih mengerti, apa yang terjadi pada diriku lebih dari yang aku pahami sendiri.

kemudian kekasih tiba-tiba kembali datang dan tersenyum lalu melambaikan tangan masih dengan senyum yang kurindukan itu, gerik yang kurindukan itu, lalu aku melewatinya dengan penuh heran, kemudian aku pun sadari bahwa itu semua hanyalah mimpi,

ya bahwa semua itu hanyalah mimpi, di mana aku akhirnya menemukan satu bunga yang wangi di antara puluhan bunga yang telah layu; mimpi-mimpi di mana aku tercabik-cabik oleh benda-benda yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

tentu saja itu hanyalah mimpi, ia tidak akan kembali berbalik ke masa lalu di mana masih ada senyum yang ia sediakan untukku di antara ribuan senyum yang tidak akan pernah ia beri padaku lagi di hari kemudian

aku baik-baik saja, hanya saja kekesalan berupa kesabaran yang cepat habis dan amarah yang terciprat kesana-kemari … ingin aku pahami apa yang tengah ada dalam diriku melampaui bayang-bayang luka yang sedang kutinggalkan jauh dan semakin jauh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: