Arsip untuk April, 2008

try to tolerate annoying people …

Posted in ngebacot, prihatin on April 29, 2008 by kikie

orang yang nggak bisa membedakan yang mana yang metafor dan bukan metafor
orang yang nggak bisa membedakan kapan bercanda kapan nggak bercanda
orang yang nggak bisa mendeteksi nada sarkasme
orang yang merasa sudah paling bijak di muka bumi padahal nggak pernah mencoba keluar dari zona nyaman tempat ia berkubang selama belasan tahun lamanya sehingga cuma belajar dari balik jendela
orang yang orientasinya cuma rajin kuliah lalu dapat IPK tinggi lalu lulus dengan cepat lalu dapat kerja dengan gaji yang tinggi atau berkeluarga sakinah mawaddah warahmah lalu mati masuk surga

life would be so damn boring, baby!

aku memang dapat mentoleransi orientasi memuakkan seperti itu pada orang lain di sekitarku.
tapi ketika mereka tidak dapat mentoleransi perbedaan orientasi hidup yang mereka saksikan padaku …
ingin sekali menonjok wajahnya hingga hidungnya mimisan, sembari aku berteriak
“WAKE UP BABY, GET A LIFE!!!”

pecah belah

Posted in pergolakan batin on April 24, 2008 by kikie

masalah pribadi bidang fokus ku akhir-akhir ini adalah bahwa dari bawah sadarku aku merasa mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. multitasking bukanlah hal yang luar biasa, tapi merasa bisa membaca dan memahami dua teks terpisah dalam waktu yang sama adalah suatu asumsi narsis yang keterlaluan. untuk membaca satu teks saja belakangan ini konsentrasiku sudah semakin mudah terpecah-belah. kemudian kegiatan itu dibarengi lagi dengan mengetik ekspresi kekonyolan ini, saat ini.

bawah sadarku memang luar biasa nakal, dan akhir-akhir ini juga timbul hasrat luar biasa untuk berhenti kuliah begitu saja.

Posted in pergolakan batin on April 24, 2008 by kikie

kondisi yang memuakkan adalah ketika terjebak pada sesuatu yang dipaksakan indahnya dan terkendali oleh sesuatu yang tidak boleh dibantah. halo, kehampaan! engkau yang selalu siap mengalienasi manusia! selamat atas keberhasilannya! tapi kau tak kan berhasil mengelabuiku.

ratusan orang dapat terlena, dapat terninabobokan, tertidur dalam buaian arus menuju kehampaan … namun tidak, aku akan terus berjuang melawan arus itu.

(ketika nilai baku adalah segalanya dan indeks prestasi akademis sudah menjadi patokan standarisasi kepantasan seseorang untuk jadi pasangan orang lainnya -halo, ‘cha! hehehe- … dunia ini tidak lagi pantas ditinggali manusia … sistem nilai yang gila ini tidak pernah pantas diamini ..)

Posted in hewan on April 24, 2008 by kikie

sang pencipta memiliki selera humor yang luar biasa.

beberapa pagi yang lalu, aku menyaksikan bekicot berenang di kolam. berenang memutar.
kemudian pagi berikutnya, aku melihat nyamuk bergelantung di sudut bak mandi. berayun-ayun, seperti sedang bermain-main.

sayang sekali bahwa bekicot berkeliaran seenaknya di jalanan pada hari gelap, sehingga sering terinjak. krak!

kontemplasi tanpa arah

Posted in pergolakan batin on April 22, 2008 by kikie

“orangtuamu udah tau kamu lepas jilbab?”
“iya, mereka udah tau…”
“gimana reaksi mereka? kamu nggak dimarahin?”
“nggak, cuma mereka prihatin aja. dan merasa bersalah atas entahapa hingga aku protes dalam bentuk seperti ini. padahal ini bukan protes buat mereka, ini muncul dari hatiku kok. sebagaimana dulu aku pakai jilbab atas kemauanku sendiri.”
“trus mereka udah tau kamu sekarang atheis?”
“…………..”

tidak. kupikir sekarang pun aku tidak bisa dibilang atheis. aku masih percaya Tuhan, sesuatu yang kuanggap telah menciptaku. hanya saja aku tidak lagi percaya informasi tentang apa-apa yang diinginkan Tuhan terhadap manusia. aku juga sudah tidak lagi percaya banyak bentuk moralitas yang dianut banyak manusia di masa kini. terserah orang mau pikir aku ini apa. ini adalah pencarian yang kulakukan sendiri, bukan hanya mengikuti apa yang sejak lahir telah tergaris padaku. jelas banyak yang akan berpendapat bahwa aku telah sesat. tapi kamu tahu, di titik ini lah kini aku sedang berada. pencarian pun tidak akan pernah kuakhiri selama aku masih mampu.

kesedihan adalah kegelisahan mendalam kawan.
satu lagi definisi pribadiku atas kesedihan yang belakangan ini baru kupelajari.

hatiku hancur lebur, secara psikis aku terus disakiti orang yang kusayangi. tapi seiring dengan waktu, aku pun sadar bahwa itu dan semua yang pernah menorehkan luka dalam diriku belumlah apa-apa. hidup jauh lebih luas dari itu, di mana titik-titik kebahagiaan dan kepedihan tersebar ke segala tempat. semua tidak sesederhana apa yang pernah kujalani selama ini. bahkan tidak sesederhana apa yang kubayangkan tentang hidup yang akan jadi jauh lebih rumit dari yang selama ini pernah kujalani.

aku merasa bersalah atas beberapa hal akhir-akhir ini. yang jelas bukan tentang keputusanku dalam hal keyakinan dan ekspresi atas keyakinanku itu.

aku merasa bersalah karena menyerah untuk melakukan konsolidasi atas konflik dingin yang tengah berjalan tanpa terlihat solusi saat ini. aku tidak tahu apa lagi yang dapat kulakukan untuk meluruskan semuanya. kalaupun memang semuanya tidak dapat kembali seperti semula, paling tidak aku ingin sekali tahu apa yang ada dalam pikirannya tentangku sejujur-jujurnya. dan aku pun ingin sekali membiarkan ia tahu segalanya yang telah terjadi padaku karenanya. walaupun ia tidak peduli sama sekali. toh ia tidak pernah peduli padaku. aku yang membuang percuma waktuku, energiku, terombang-ambing karena rasa terhadap orang yang tidak peduli padaku sama sekali. tapi aku ingin, sekali ini saja, untuk yang terakhir kali … tapi sekali lagi, aku menyerah. aku tidak lagi melihat celah untuk menuntaskan semuanya.

aku merasa bersalah, karena sebenarnya itu bertentangan dengan apa yang kuanut dalam hati nuraniku. aku sering bicara tentang “selesaikan sebelum salah satu di antara yang berkonflik benar-benar tidak dapat menyelesaikannya lagi (baca: mati)”. tapi seperti ini, ketika sebenarnya untuk bertemu pun masih sangat dimungkinkan, semua diterminasi begitu saja.

hal lain yang membuatku merasa bersalah adalah ketidakmampuanku menjawab kegelisahan beberapa kawanku. sejujurnya aku juga menyimpan sebagian besar kegelisahan serupa. aku pun belum menemukan solusinya. dan entah pada siapa lagi aku dapat mencari jawabnya. mungkin pada diriku sendiri, bahwa aku tidak boleh menyerah menelusuri segala yang belum kumengerti dalam kompleks emosi dan pikiranku sendiri. ketika aku paham, mungkin aku akan menemukan jawabnya. meski aku pun belum berani menjamin apapun atas itu. lagipula aku punya apa untuk dijamin? haha.

ya, paling tidak kini aku tidak sedang suicidal seperti sekitar hari selasa/rabu kemarin. paling tidak kini aku sudah bisa tidur tanpa interupsi insomnia kiriman bawah sadarku yang nakal itu. paling tidak aku masih bisa bermimpi (yang katanya surealis :]) di beberapa sesi tidurku. mimpi yang jarang buruk, hanya saja aneh bukan main.

hampir dieksekusi

Posted in mimpi on April 20, 2008 by kikie

terakhir mimpi, aku hendak dieksekusi. entah karena apa. ada tiga macam eksekusi, semua harus kujalani. entah bagaimana menjalani semuanya secara bersamaan. aku hanya ingat tahap pertama. pertama, aku hendak ditembak dengan senapan. terakhir kalau nggak salah disuruh minum racun.

entah bagaimana, para eksekutor yang bertampang seperti pegawai administrasi lengkap dengan seragam pegawai negerinya, mereka semua seperti hendak meyakinkanku untuk tenang dan tidak usah takut. katanya, aku tidak akan benar-benar dibunuh. hanya akan pura-pura dibunuh.

aku diberdirikan di dekat dinding. mereka bersiap menembakku. tapi mereka meyakinkanku bahwa tembakan-tembakan itu semua akan meleset. aku tidak perlu kuatir akan mati tertembak. informasi yang sampai pada publik adalah bahwa aku memang akan mati, tapi sesungguhnya aku tidak akan mati saat itu.

tanpa dibilang bahwa mereka tidak akan benar-benar mengeksekusiku pun, waktu itu aku juga benar-benar tenang. bahkan heran, kenapa mereka sibuk sekali meyakinkanku bahwa aku tidak akan benar-benar dieksekusi. kenapa mereka sibuk sekali menenangkanku, padahal aku tidak panik sama sekali.

entah kenapa emosiku waktu itu seperti itu, aku juga tidak mengerti.

kemenangan macam apa?

Posted in ngebacot, prihatin on April 20, 2008 by kikie

ini cuma ocehan tidak berguna seputar berita yang hari ini masuk RSS readerku.

sesinting-sintingnya aku (dan bahwa aku mengaku tidak ingin sembuh dari berbagai kejanggalan dalam diriku), entahlah… mungkin aku hanya tidak mengerti, tapi kupikir orang-orang ini jauh lebih sinting. sinting dalam konteks yang tidak menyenangkan.

nggak mau membahas lebih jauh soal seorang mantan pejabat orba yang bikin partai baru dan konon kena “celebrityness syndrome” (entah sindrom macam apa pula itu, istilah dari seorang ilmuwan LIPI). aku bukan orang dengan selera humor yang cukup umum, sehingga aku justru muak dengan dagelan-dagelan yang ditawarkan panggung dagelan besar di area kepulauan indonesia ini.

entah apa yang diinginkan, sehingga kepala seorang manusia yang kebetulan jadi “warga amerika” ditawarkan sebagai hadiah kepada presiden amerika serikat. korelasinya apa dengan “jalan menuju kemenangan”? adalah konyol bahwa kemudian dimaklumi tentang sifat dasar kelompok ybs yang memang memukul rata segala sesuatu: semua warga amerika adalah kafir; semua kafir adalah musuh; semua kafir telah dihalalkan darahnya untuk ditumpahkan. hal gila seperti itu nggak bisa dimaklumi. tapi memang hal itu sepertinya sudah umum.

entah siapa yang bebal, aku yang kini semakin meragukan moralitas dan klaim kebenaran agama-agama, atau siapa? aku tidak melihat ada korelasi antara “jalan menuju kemenangan” dengan menyerahkan kepala seorang manusia kepada presiden negaranya. lagipula memangnya presiden itu benar-benar peduli? terutama presiden macam itu. “serangan terhadap keadilan”? apa yang mereka pikirkan tentang keadilan? keadilan macam apa? mau kemenangan macam apa? apa yang bisa mereka nikmati dari semua kegilaan ini? oh ya, ada yang namanya kelainan jiwa seputar kepuasan terhadap keberadaan situasi yang nggak manusiawi. apa ini adalah kelainan jiwa massal lainnya?

ah, ini sudah semakin rawan, bisa-bisa aku diresmikan sebagai satu lagi manusia yang dihalalkan darahnya untuk ditumpahkan ke atas tanah…. tanah tuhan, tuhan macam apa yang haus darah dan mengkehendaki semua ini? ah, lagi-lagi…

sementara di sekitar hidupku kini, orang-orang mengajak berkonfrontasi atas apa yang sebetulnya benar-benar nggak penting. senang banget sih buang-buang energi? pada masa di mana konon persediaan energi semakin menipis seperti sekarang…

ah, laper!!

terkait : ini dan ini.