ondel-ondel BBM dan bus kota versus busway
isu kenaikan BBM lagi hip. katanya, akhir-akhir ini aksi membakar boneka SBY-JK sudah merupakan kewajaran. teringat pembakaran boneka bakrie yang berujung penangkapan besar-besaran … mungkin memang yang mampu dan bersedia menyokong dana lah yang diutamakan. pantas juga kalau polisi jadi lebih pantas disebut sebagai pelindung yang bayar. selain bahwa hanya mampu meringkus kumpulan yang relatif sedikit isinya. sembari terus menggalakkan citra bahwa polisi adalah pelindung rakyat.
seperti yang dikatakan ibu saya kemarin,
“ya iya lah (masa ya iya dong), kan udah ada lagu nasionalnya! maju tak gentar, membela yang bayar”
tapi itu tidak ada hubungannya.
BBM naik, tarif bus akan naik.
ooooooouh …….. *tepuk kepala dengan tampang suram*
- pelanggan setia bus kota bukan busway yang gak pernah benar-benar asik ditumpangi-
[bus kota masih memberikan kesempatan untuk menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan indah berupa makhluk dari kubu adam yang begitu sedap dipandang dari kursi sekitar -sekiranya ada- sedangkan di busway kemungkinan semi-absolut yang ada adalah berdiri sambil memegang pegangan yang sudah disediakan dan bersabar akan kepegelan yang ada akibat berdiri sambil memegang pegangan yang sudah disediakan sembari berjuang menyesuaikan diri dengan dinamika busway yang sinting dalam hal menggunakan rem tangan]
telat makan dan terancam akan menjalani malming yang suram, 17 mei 2008
Mei 19, 2008 pada 11:36 am
gilak kai, tadinya 4500 naik nya jadi 6000 (premium). kudu nge-setok-in BBM dulu sebelum hari H nya :))