kemenangan macam apa?
ini cuma ocehan tidak berguna seputar berita yang hari ini masuk RSS readerku.
sesinting-sintingnya aku (dan bahwa aku mengaku tidak ingin sembuh dari berbagai kejanggalan dalam diriku), entahlah… mungkin aku hanya tidak mengerti, tapi kupikir orang-orang ini jauh lebih sinting. sinting dalam konteks yang tidak menyenangkan.
nggak mau membahas lebih jauh soal seorang mantan pejabat orba yang bikin partai baru dan konon kena “celebrityness syndrome” (entah sindrom macam apa pula itu, istilah dari seorang ilmuwan LIPI). aku bukan orang dengan selera humor yang cukup umum, sehingga aku justru muak dengan dagelan-dagelan yang ditawarkan panggung dagelan besar di area kepulauan indonesia ini.
entah apa yang diinginkan, sehingga kepala seorang manusia yang kebetulan jadi “warga amerika” ditawarkan sebagai hadiah kepada presiden amerika serikat. korelasinya apa dengan “jalan menuju kemenangan”? adalah konyol bahwa kemudian dimaklumi tentang sifat dasar kelompok ybs yang memang memukul rata segala sesuatu: semua warga amerika adalah kafir; semua kafir adalah musuh; semua kafir telah dihalalkan darahnya untuk ditumpahkan. hal gila seperti itu nggak bisa dimaklumi. tapi memang hal itu sepertinya sudah umum.
entah siapa yang bebal, aku yang kini semakin meragukan moralitas dan klaim kebenaran agama-agama, atau siapa? aku tidak melihat ada korelasi antara “jalan menuju kemenangan” dengan menyerahkan kepala seorang manusia kepada presiden negaranya. lagipula memangnya presiden itu benar-benar peduli? terutama presiden macam itu. “serangan terhadap keadilan”? apa yang mereka pikirkan tentang keadilan? keadilan macam apa? mau kemenangan macam apa? apa yang bisa mereka nikmati dari semua kegilaan ini? oh ya, ada yang namanya kelainan jiwa seputar kepuasan terhadap keberadaan situasi yang nggak manusiawi. apa ini adalah kelainan jiwa massal lainnya?
ah, ini sudah semakin rawan, bisa-bisa aku diresmikan sebagai satu lagi manusia yang dihalalkan darahnya untuk ditumpahkan ke atas tanah…. tanah tuhan, tuhan macam apa yang haus darah dan mengkehendaki semua ini? ah, lagi-lagi…
sementara di sekitar hidupku kini, orang-orang mengajak berkonfrontasi atas apa yang sebetulnya benar-benar nggak penting. senang banget sih buang-buang energi? pada masa di mana konon persediaan energi semakin menipis seperti sekarang…
ah, laper!!