menjadi diri sendiri?

menjadi diri sendiri, bukan berarti pasrah dengan kondisi diri sendiri saat ini. saya setuju bahwa kita tidak bisa diam, hanya menerima kondisi apa adanya. melainkan bahwa kita perlu berubah. seperti yang dibilang di sini. apalagi kalau kondisi saat ini belum sesuai dengan yang kita inginkan.

lalu,
siapa yang dapat menunjukkan tentang karakter anda?
siapa yang dapat memberitahu jalan hidup anda?
siapa yang dapat memperhatikan masa depan anda kelak?
(source)
apa salah kalau jawabannya adalah “saya sendiri”? apa itu tidak mungkin?

juga soal menemukan idola untuk ditiru, seperti yang dikatakan di sini juga. menurut saya pun, menemukan idola untuk ditiru hingga kita menemukan jati diri kita juga bukanlah faktor yang harus ada untuk menemukan (membentuk?) jati diri kita. tanpa itu pun bukannya mustahil untuk membentuk jati diri.

bingung? pegangan, hehe :P jadi, maksud saya … gak usah lah sampe mempatronkan seseorang seperti itu. inspirasi bisa datang dari mana saja. inspirasi-inspirasi yang membentuk kita kemudian. terinspirasi dari mana saja, dari alam, dari kejadian-kejadian, dari orang-orang di sekitar, dari idola, dari kawan, dari lawan, …

menurut saya, benar-benar menjadi diri sendiri, bukanlah sesuatu yang mustahil. dan sekali lagi, menjadi diri sendiri bukan berarti pasrah dengan kondisi diri sendiri saat ini. live in your own way, not live as the way it is :)

Tinggalkan Balasan